Mark Zuckerberg WhatsApp vs iMessage: iMessage Kalah Aman!

Klaim Mark Zuckerberg WhatsApp vs iMessage buat gempar alam bumi maya. Dengan yakin dirinya, Zuckerberg klaim WhatsApp lebih nyaman. Hektometer, benarkah?

WhatsApp serta iMessage merupakan 2 raksasa aplikasi chat online di bumi. WhatsApp merupakan kebesarhatian konsumen Android, sebaliknya iMessage merupakan kebanggan konsumen iPhone.

Baca juga : GB WhatsApp

Selaku 2 aplikasi beda program, seharusnya tidak terdapat permasalahan‘ sentuh tikam’ antara WhatsApp serta iMessage. Tetapi CEO Meta, Mark Zuckerberg, kayaknya tidak berasumsi semacam itu.

Klaim Mark Zuckerberg WhatsApp vs iMessage baru- baru ini buat gempar di alam alat sosial. Dalam klaimnya, Mark Zuckerberg menyindir iMessage takluk nyaman dari WhatsApp.

Klaim Mark Zuckerberg WhatsApp vs iMessage

Jadi sebagian durasi kemudian Mark Zuckerberg unggah artikel terkini di akun Instagram- nya. Di artikel itu, Mark Zuckerberg menyinggung pertanyaan keamanan WhatsApp serta iMessage.

Dalam caption- nya, Mark Zuckerberg berkata kurang lebih semacam ini:

“ WhatsApp jauh lebih individu serta nyaman dari iMessage. Dengan enkripsi end- to- end yang berperan di iPhone serta Android, tercantum percakapan tim.”

Mark Zuckerberg tidak cuma memperlihatkan pertanyaan enkripsi end- to- end. Beliau pula mengatakan kalau fitur- fitur pribadi WhatsApp yang tidak terdapat di rivalnya semacam Dissappear Message, dan lain- lain.

“ Dengan WhatsApp Kamu pula dapat menata supaya seluruh percakapan terkini lenyap dalam sekali klik. Serta tahun kemudian, kita pula memberitahukan penahanan enkripsi end- to- end. Seluruh yang iMessage sedang belum punya,” lanjut Zuckerberg.

Lucunya, Zuckerberg menyandingkan singgungan berlebihan itu dengan gambar iklan aplikasi WhatsApp. Fyi, gambar itu dibuat di atas Pennysylvania, Amerika Sindikat.

Baca Juga :   Mengenal Eureka Pabrik Tas Lokal Batam Inovasi Sentuhan Lokal

Nampak nyata jika plakat itu memuja fitur pribadi WhatsApp dalam enkripsi end- to- end. Plakat itu pula menyamakan Telegram serta iMessage yang seakan tidak terdapat apa- apanya.

Singgungan Balik Netizen

Artikel Mark Zuckerberg langsung diserbu netizen. Tidak sedikit netizen yang berdamai batin membetulkan apa yang dibilang Mark Zuckerberg.

Tetapi di bagian lain, tidak sedikit pula netizen yang melecehkan aksi Zuckerberg. Kebanyakan netizen justru merasa lucu memandang singgungan ini dari owner Meta.

“ Saya tersimpul tiap kali industri ini( Meta) berdialog mengenai pribadi serta keamanan,” tutur akun Instagram@timthomas135.

“ Saya suka sepanjang seluruh dataku dibagikan dengan pengiklanmu,” tutur akun@ourcommunityguidelines.

“ Tetapi Meta memakai WhatsApp buat mematok promosi berplatform atensi. Cocok yang tidak dipunyai iMessage,” menimpali netizen@mediaarchitecture.

“ Kalian dusta serupa siapa, ha?” pungkas netizen@adityeah_in.

Reaksi netizen yang semacam itu nyata bukan tanpa alibi. Alasannya Meta sepanjang ini populer selaku industri yang‘ hobi’ menjual informasinya ke pihak lain.

Telah tidak terbatas lagi kasus- kasus kebocoran informasi mengenai Meta. Nah ilustrasinya yang sangat gempar merupakan permasalahan Cambridge Analytica yang terjalin sebagian tahun kemudian.

Fyi, Cambridge Analytica dapat dikatakan terdapat bencana besar untuk Meta. Ini merupakan salah satu permasalahan penyalahgunaan informasi terbanyak di bumi.

Paling tidak terdapat 87 juta informasi konsumen Facebook yang disalahgunakan. Informasi itu digunakan buat kebutuhan kampanye pemilu kepala negara Donald Trump pada tahun 2016.

Sebab terjebak permasalahan itu, Mark Zuckerberg wajib mendatangi konferensi besar. Namanya, letaknya serta perusahaannya rawan ambruk sebab permasalahan itu.

Permasalahan Cambridge Analytica tidak cuma jadi cedera suram untuk Meta. Tetapi konsumen Facebook pula turut merasakan guncangan mendalam terpaut keamanan informasi mereka.

Baca Juga :   Aplikasi Penghasil Saldo Dana

Jadi meski saat ini Mark Zuckerberg mati- matian mengiklankan keamanan aplikasinya, bisa jadi itu sia- sia. Soalnya kebanyakan konsumen nyata hendak susah yakin dengan klaim yang dibuatnya.

Permusuhan Meta serta Apple Bertambah Membara

Di bagian lain, permusuhan antara Meta serta Apple dikala ini betul- betul kian bergelora. Singgungan untuk singgungan silih mereka lemparkan serta buat netizen gemas sendiri.

Lebih dahulu, Meta sempat menyindir Apple dalam perihal metaverse. Meta dengan berdengung mengatakan kalau Apple‘ ikut- ikutan’ mereka turun ke ranah metaverse.

Tidak bermukim bungkam, Apple langsung melancarkan serbuan balik pada Meta. CEO Apple, Regu Cook, meragukan keberadaan metaverse serta kontribusinya buat peradaban bumi di era kelak.

Menariknya, singgungan Apple pertanyaan metaverse Meta pergi tidak lama sehabis Elon Musk. Lebih dahulu Elon Musk pula luang nyinyir ke Meta mengenai perihal rancangan metaverse mereka.

Serta yah.. Semacam yang kita ketahui, Meta tidak ingin bermukim bungkam. CEO Meta, Mark Zuckerberg langsung turun tangan untuk melontarkan balik singgungan pedas ke Apple.

Apple bisa jadi sukses memukul jitu Meta pertanyaan teknologi metaverse bikinannya. Tetapi Meta memiliki senjata ampuh ialah dengan mangulas pertanyaan keamanan pribadi iMessage kepunyaan Apple.

Tetapi balik lagi, apapun klaim Mark Zuckerberg WhatsApp vs iMessage, itu sia- sia. Sebab beberapa besar konsumen WhatsApp bisa jadi susah menyakininya lagi. Apakah kalian salah satunya?

Related posts